Senin, Februari 9, 2026
Google search engine
BerandaPropertyDilema Pembangunan Berkelanjutan: Ketika Kota Bertumbuh, Ruang Hijau pun Menyusut

Dilema Pembangunan Berkelanjutan: Ketika Kota Bertumbuh, Ruang Hijau pun Menyusut

Pertumbuhan kota yang pesat sering kali menjadi simbol kemajuan ekonomi. Namun, di balik gedung-gedung tinggi dan infrastruktur modern, tersimpan sebuah dilema besar: penyusutan ruang hijau. Lahan-lahan yang tadinya merupakan taman, kebun, atau area terbuka hijau kini semakin banyak beralih fungsi menjadi pusat perbelanjaan, apartemen, atau jalan tol.

Fenomena ini memiliki konsekuensi serius bagi lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. Tanaman dan pepohonan di ruang hijau berperan vital dalam menyerap karbon dioksida, memproduksi oksigen, dan menahan air hujan agar tidak terjadi banjir. Hilangnya ruang-ruang ini membuat kota semakin panas, polusi udara meningkat, dan risiko bencana alam seperti banjir menjadi lebih besar.

Pemerintah sudah berupaya mengendalikan fenomena ini dengan berbagai regulasi, seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang mewajibkan adanya persentase tertentu untuk ruang terbuka hijau. Namun, tekanan dari kebutuhan hunian dan investasi membuat implementasi kebijakan tersebut menjadi tantangan tersendiri. Diperlukan sinergi antara pemerintah, pengembang, dan masyarakat untuk menemukan solusi inovatif, misalnya dengan memaksimalkan ruang vertikal atau membuat taman di atap gedung, agar pertumbuhan kota bisa berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments