Hobi merawat tanaman hias, atau yang sering disebut ‘urban gardening’, kini tidak hanya menjadi tren, tetapi juga gaya hidup yang digemari banyak orang. Selain mempercantik ruangan, merawat tanaman juga terbukti dapat mengurangi stres dan meningkatkan mood. Namun, bagi pemula, seringkali ada tantangan untuk memilih tanaman yang tepat dan merawatnya agar tidak layu. Berikut adalah panduan lengkap untuk Anda.
Langkah 1: Pilih Tanaman yang Ramah Pemula
Tidak semua tanaman diciptakan sama. Beberapa jenis tanaman lebih mudah dirawat daripada yang lain. Jika Anda baru memulai, pilihlah tanaman yang tidak membutuhkan banyak perhatian dan toleran terhadap kesalahan. Contohnya:
- Lidah Mertua (Sansevieria): Sangat kuat, tidak butuh banyak air, dan bisa bertahan di kondisi cahaya minim.
- Sirih Gading (Epipremnum aureum): Tumbuh cepat, bisa ditempatkan di mana saja, dan mudah diperbanyak.
- Pothos: Mirip Sirih Gading, sangat adaptif dan cocok untuk digantung atau merambat.
- Kaktus dan Sukulen: Tanaman gurun yang tidak butuh sering disiram. Cukup pastikan mereka mendapatkan cahaya yang cukup.
Langkah 2: Pahami Kebutuhan Dasar Tanaman Anda
Setiap tanaman memiliki tiga kebutuhan dasar: air, cahaya, dan media tanam.
- Air: Cara terbaik untuk mengetahui kapan harus menyiram adalah dengan mengecek kelembapan tanah. Masukkan jari Anda sekitar 2-3 cm ke dalam tanah. Jika terasa kering, saatnya menyiram. Hindari menyiram berlebihan karena bisa menyebabkan akar busuk.
- Cahaya: Pahami apakah tanaman Anda membutuhkan cahaya matahari langsung atau hanya cahaya tidak langsung. Kebanyakan tanaman indoor lebih menyukai cahaya tidak langsung. Letakkan tanaman di dekat jendela, tapi hindari paparan sinar matahari langsung di siang hari.
- Media Tanam: Gunakan media tanam yang sesuai. Untuk tanaman indoor, campuran tanah, sekam bakar, dan kompos biasanya sudah cukup baik. Pastikan pot Anda memiliki lubang drainase yang baik.
Langkah 3: Terapkan Rutinitas Perawatan Sederhana
Setelah memilih dan memahami dasarnya, buatlah rutinitas sederhana:
- Penyiraman: Tentukan jadwal penyiraman, misalnya seminggu sekali, tapi tetap fleksibel dengan mengecek kondisi tanah.
- Pemupukan: Lakukan pemupukan setiap 1-2 bulan sekali dengan pupuk cair khusus tanaman hias. Jangan memupuk berlebihan.
- Pembersihan: Bersihkan debu yang menempel pada daun dengan kain lembap. Daun yang bersih akan lebih efisien dalam melakukan fotosintesis.
- Cek Hama: Selalu periksa bagian bawah daun secara berkala untuk mendeteksi hama seperti kutu putih atau laba-laba kecil.
Langkah 4: Tambahkan Sentuhan Estetik
Tampilan tanaman hias akan semakin menarik dengan sentuhan estetik. Gunakan pot-pot dengan warna atau motif yang senada dengan dekorasi ruangan Anda. Anda juga bisa menempatkan tanaman di rak khusus, menggantungnya di sudut ruangan, atau mengelompokkan beberapa tanaman dengan ukuran berbeda untuk menciptakan ‘mini-garden’ di dalam rumah.
Dengan mengikuti panduan ini, merawat tanaman hias tidak akan lagi terasa sulit, melainkan menjadi hobi yang menyenangkan dan bermanfaat.



