Minggu, Februari 8, 2026
Google search engine
BerandaFashionPergeseran Paradigma Street Fashion: Tren 2025 yang Lebih Berani dan Personal

Pergeseran Paradigma Street Fashion: Tren 2025 yang Lebih Berani dan Personal

Tahun 2025 menjadi saksi evolusi street fashion yang semakin dinamis dan berani. Gaya di jalanan kini tidak lagi hanya tentang mengikuti tren, tetapi menjadi sebuah deklarasi identitas personal. Perpaduan unik antara nostalgia masa lalu, inovasi material, dan pengaruh budaya global menciptakan palet gaya yang kaya dan tak terduga.

1. Nostalgia ’90-an dan Y2K dalam Versi Baru

Tren mode selalu berputar, dan kini kita kembali ke era ’90-an dan awal 2000-an (Y2K) dengan sentuhan yang lebih segar. Item-item ikonik seperti celana baggy yang longgar dan nyaman, serta “baby tees” dengan potongan cropped kembali merajai. Namun, kali ini, mereka hadir dengan twist modern. Celana baggy dipasangkan dengan atasan yang lebih terstruktur, sementara baby tees dipercantik dengan cetakan grafis yang playful atau warna-warna pastel yang menenangkan. Hal ini menunjukkan bahwa milenial dan Gen Z tidak hanya sekadar meniru gaya lama, tetapi juga menafsirkannya ulang agar sesuai dengan estetika saat ini.

Selain itu, celana pendek dengan potongan yang lebih pendek juga membuat comeback yang mengejutkan. Terinspirasi dari celana olahraga tahun ’70-an dan ’80-an, celana pendek ini dipadukan dengan kemeja oversized atau jaket santai, menciptakan tampilan yang seimbang antara kasual dan effortlessly chic.

2. Material dan Siluet yang Menghancurkan Batasan Musim

Batas antara busana musim panas dan musim dingin semakin kabur. Para desainer dan fashionista kini bereksperimen dengan material yang tak terduga. Kain fleece yang biasanya untuk musim dingin kini diadaptasi menjadi versi yang lebih ringan dan bernapas, cocok untuk malam hari yang sejuk di musim panas. Sebaliknya, material ringan seperti linen dan katun dipadukan dengan jaket kulit atau mantel panjang, menciptakan tampilan berlapis (layered looks) yang kompleks dan menarik.

Transparansi juga menjadi tren besar. Kemeja atau blus tembus pandang dipasangkan di atas kaus dengan cetakan grafis yang mencolok, menambah dimensi visual yang unik pada pakaian. Ini bukan hanya tentang estetika, tetapi juga tentang cara baru untuk mengekspresikan diri dan bermain-main dengan tekstur dan warna.

3. Pengaruh Global: Dari London hingga Seoul

Street fashion tidak pernah ada di ruang hampa. Ia adalah cerminan dari budaya, politik, dan bahkan teknologi. Di tahun 2025, pengaruh dari berbagai kota mode semakin kuat.

  • London mempertahankan akar punk-nya yang rebel dan individualistis. Anda akan melihat perpaduan antara jas yang rapi dengan item-item DIY yang ekspresif, menciptakan kontradiksi yang menarik.
  • Tokyo terus menjadi surga bagi para inovator mode. Di distrik seperti Harajuku dan Shibuya, gaya futuristik berpadu dengan busana tradisional Jepang, seperti kimono yang dikenakan dengan sneakers platform.
  • Copenhagen dikenal dengan gaya yang lebih santai dan fungsional. Siluet yang longgar, warna-warna netral, dan sentuhan feminin seperti pita atau balet datar menjadi ciri khas yang membedakan.

4. Kolaborasi dan Masa Depan Streetwear

Garis antara street fashion dan high fashion semakin kabur. Kolaborasi antara merek streetwear dengan desainer atau merek mewah terus bermunculan, membuktikan bahwa budaya jalanan memiliki kekuatan besar. Kolaborasi ini tidak hanya menciptakan produk eksklusif, tetapi juga membuka dialog baru antara dunia mode yang berbeda.

Di Indonesia, tren ini juga semakin kuat. Merek streetwear lokal tidak hanya berfokus pada pakaian, tetapi juga membangun komunitas dan gaya hidup yang kuat. Mereka berkolaborasi dengan berbagai brand dari industri lain, seperti makanan dan minuman, menunjukkan bahwa streetwear adalah platform yang serbaguna untuk berekspresi.

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments