Membeli rumah melalui KPR adalah salah satu keputusan finansial terbesar dalam hidup. Tanpa perencanaan yang matang, cicilan bulanan bisa menjadi beban berat yang mengganggu kestabilan keuangan keluarga. Oleh karena itu, penting untuk menyiapkan strategi keuangan jauh-jauh hari sebelum mengajukan KPR.
- Lacak Pengeluaran Selama 6 Bulan Terakhir: Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah melacak pengeluaran Anda secara detail selama enam bulan terakhir. Identifikasi pengeluaran yang tidak perlu dan pangkas. Ini akan membantu Anda melihat gambaran nyata tentang seberapa besar uang yang bisa Anda sisihkan untuk cicilan.
- Siapkan Dana Darurat dan DP: Bank biasanya mewajibkan down payment (DP) sebesar 10-20% dari harga rumah. Selain itu, pastikan Anda memiliki dana darurat yang cukup untuk menutupi biaya tak terduga, seperti biaya notaris, pajak, dan perbaikan rumah. Idealnya, dana darurat ini setara dengan tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin Anda.
- Lunasi Utang Konsumtif: Jika Anda memiliki utang konsumtif, seperti cicilan mobil atau kartu kredit, sebaiknya lunasi terlebih dahulu. Utang-utang ini akan memengaruhi rasio utang Anda terhadap penghasilan, yang merupakan salah satu pertimbangan utama bank dalam menyetujui KPR.
- Simulasi Cicilan KPR: Gunakan kalkulator KPR online untuk mensimulasikan cicilan bulanan yang harus Anda bayar. Pilih tenor dan suku bunga yang paling sesuai dengan kondisi keuangan Anda. Dengan simulasi ini, Anda bisa memastikan bahwa cicilan KPR tidak melebihi 30-40% dari penghasilan bulanan Anda.
Dengan perencanaan yang matang, Anda bisa membeli rumah impian tanpa harus mengorbankan stabilitas finansial keluarga.



